Tampilkan postingan dengan label Gerakan Intelektual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gerakan Intelektual. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Mei 2012

Peran Mahasiswa dalam Intelektual


Berbicara soal mahasiswa berarti berbicara tentang penggerak atau juru kunci perubahan, sebagai mana yang sering kita dengar mahasiswa adalah agen of change, tentunya perubahan ke arah yang lebih baik. Perubahan yang dibawa mahasiswa tergantung dari kekuatannya dalam melihat keadaan sekitar fenomena yang terjadi dalam kehidupan ini, baik dari segi ekonomi, pendidikan, politik, agama dan banyak  lainya.  Cara berfikir seperti ini disebut cara berfikir kritis.

Pola Perkaderan HMI



Kader sebagai seseorang yang telah menyetujui dan meyakini kebenaran suatu tujuan dari suatu kelompok atau jama’ah tertentu, kemudian secara terus menerus dan setia turut berjuang dalam proses pencapaian tujuan yang telah disetujui dan diyakini itu (Imawan Wahyudi, 2002:9). Tentunya yang menjadi wadah utama seorang kader dalam beraktualisasi adalah organisasi. Organisasi adalah suatu kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. Berbagai golongan massa, seperti klas buruh, kaum tani, nelayan, intelektual progresif : pemuda dan pelajar, wanita dll, mengorganisasikan diri dalam organisasi-organisasi massa. Organissi massa (ormas) diperlukan untuk memperjuangkan kepentingan kepentingan mereka yang sederhana seperti kepentingan ekonomi, hak-hak dasar mereka dan sebagainya.

Kamis, 17 November 2011

Revitalisasi Gerakan Intelektual


           Mahasiswa merupakan kaum akademisi yang memiliki kapasitas yang besar dalam ilmu pengetahuan dan wawasan yang sarat dengan teori-teori keilmuan yang kuat. Eksistensi mereka sangat diharapkan untuk mentransformasikan kondisi sosial dilingkungannya dengan bekal meminjam istilah Prof.Dr. Syahrin Harahap intelektual force dan moral force yang dimilikinya. Seiring cepatnya perubahan dan perkembangan zaman yang mempengaruhi peradaban bangsa, secara langsung berimplikasi pada paradigma mahasiswa pula, dan hal itu memberi pengaruh pada cara mahasiswa dalam berfikir, bersikap maupun dalam bertindak.